Freitag, Dezember 24

desember 21

sudah 6 bulan matahariku pergi.
meninggalkan jejak cahaya yang semakin lama meredup,
lalu hilang.

duniaku menjadi hitam, gelap.
remang pun tidak.
tanganku meraba, mencoba menggapai apa saja
untuk berpegangan.

berkali-kali aku tersungkur,
terantuk gundukan kenangan yang tergeletak tak berdaya di atas lantai,
terlupakan.

aku mencoba terus meraba lantai batu yang semakin dingin.
tetapi kemudian jemariku terbalut cairan merah yang menetes perlahan.
LUKA.
jemariku tertusuk kepingan mimpi yang telah lama hancur.
tak berbentuk, kehilangan makna.

aku mencoba terbang,
mencari cadangan cinta yang mungkin masih ada.
tetapi berkali-kali aku terjatuh.
GAGAL.

aku lupa, sayapku hanya satu.
ya, satu. bukan sepasang..
bayangkan betapa sulitnya terbang hanya dengan sebelah sayap.

sudahlah.
matahariku tidak akan membantuku terbang.
aku sudah terlalu lama dilupakan.
terhapus dari ingatan,
dan terkurung dalam kotak berbentuk hati
yang dikubur dalam-dalam.
mati, mengeras,
lalu membusuk.

Keine Kommentare: