y : jahat lo...
x : trus kemaren gue tulis, apa ya? oh, saya merasa tidak butuh bantuan orang lain.
y : behhh!!!!
z : sombong sih loo!
x : iya trus gue kemaren tulis, saya menangis hampir setiap malam.
z : HAH, serius?
y : yang bener lo x?
w : (hening)
x : gue tulis, saya sering merasa kesepian.
z : kan, lo sih sombongg! sendiri deh gapunya temen!
y : gimana tuh ceritanya nangis tiap malem?
x : ya gatau.
z : serius lo, gimana caranya?
w : (masih tetap diam)
y : gue tau deh pasti tiba2 gitu kan. kayak ada rasa nyesss gitu trus tiba2 udah nangis deh.
x : ya ya, gitu lah.
z : tiap hari gitu?
x : hampir (sambil menutup kepalanya karena silau oleh sinar matahari)
w : (diam tak bersuara)
z : lo ga berusaha buat menghilangkan itu apa x?
x : ya gimana gue juga ga pengen. tapi tiba2 aja gitu..
y : (mengangguk)
z : ohh.. (pasrah dan sudah tidak peduli)
w : (tetap diam)
x : ya gitu deh.
beberapa saat kemudian...
y pergi menghampiri temannya, x dan z masih tetap duduk, w berdiri di dekat mereka.
z : (sibuk memperhatikan sekitarnya, tidak peduli)
w : (akhirnya membuka mulutnya) x, lo jangan nangis lagi ya...
x : (mendongak menatap wajah w tanpa berkata2)
w : iya soalnya temen gue juga ada yang sakit gitu (dan kata2nya terhenti)
v : eh eh x, blablablablablablabla...
dan x pun tidak mendengarkan w, dan berpaling pada v.
w merasa tidak dipedulikan dan mungkin sakit hati, tetapi x tidak menyadarinya.
pasti w tidak akan pernah marah kepada x, karena ia menganggapnya sebagai sahabat.
dan seorang sahabat, tidak akan pernah melukai sahabatnya.
aku bukan saya, bukan x, bukan y, bukan z, bukan w ataupun v.
i'm nothing.
i'm nothing.
Keine Kommentare:
Kommentar veröffentlichen